Selasa, 02 Februari 2016

Namanya Diky

Namanya Diky
Dia punya sejuta kebaikan
Senyumnya juga menenangkan
Sikapnya sangat menyenangkan

Melihat semua yang dia punya
Bagaimana aku tidak mencintainya? 
Bagaimana aku bisa jauh darinya?
Bagaimana aku hidup tanpanya? 

Parasnya memang tidak rupawan
Suaranya tidak bagus
Hidungnya besar seperti badut
Badannya juga seperti busung lapar
Tapi dia juara membuat aku tertawa

Pipinya besar
Kulitnya hitam
Rambutnya aneh
Postur badannya juga pendek
Tapi dia cepat sekali buat aku jatuh cinta 

Namanya Diky
Laki-laki cerdik yang masih aku cintai
Namanya Diky
Laki-laki hebat yang masih aku kagumi

Namanya Diky

Namanya Diky
Dia punya sejuta kebaikan
Senyumnya juga menenangkan
Sikapnya sangat menyenangkan

Melihat semua yang dia punya
Bagaimana aku tidak mencintainya? 
Bagaimana aku bisa jauh darinya?
Bagaimana aku hidup tanpanya? 

Parasnya memang tidak rupawan
Suaranya tidak bagus
Hidungnya besar seperti badut
Badannya juga seperti busung lapar
Tapi dia juara membuat aku tertawa

Pipinya besar
Kulitnya hitam
Rambutnya aneh
Postur badannya juga pendek
Tapi dia cepat sekali buat aku jatuh cinta 

Namanya Diky
Laki-laki cerdik yang masih aku cintai
Namanya Diky
Laki-laki hebat yang masih aku kagumi

Senin, 01 Februari 2016

Aku Tak Mampu

Wajahmu itu lucu
Cara bicaramu pun lucu
Rasanya tak faham mengapa pandanganku terpana oleh canda tawamu 

Aku nyaman didekatmu
Aku juga senang melihatmu
Tapi tak lama aku tersentak untuk mengingat siapa kamu

Seperti daun talas yang tak mungkin basah oleh air, 
Aku hanya bisa kagumimu tanpa bisa memilikimu.

Sakit memang, aku bersamamu hanya untuk sesaat,
Perih memang, mendengar ucapmu tentang dirinya, 
Perempuan yang sampai saat ini masih kamu sayangi. 

Berjuta kali aku hilangkan kamu, 
Tapi buntu, pilihanku hanya dua, diam ditempat sambil menunggu seseorang membuka jalan buntu itu atau aku kembali melihatmu lagi.

Aku menangis, 
Lalu berulang kali berteriak,
Aku tak mampu, 
Mendengar kamu masih ingin bersamanya 
Aku tak sanggup,
Melihat kamu kembali dengannya

Minggu, 31 Januari 2016

Kau tahu?

Kau tahu?
Sisi terpurukku adalah bersama bayangmu
Kau tahu?
Luka terperihku adalah goresan jejak bayangmu

Kau tahu?
Sudah berapa detik aku menanti pinanganmu?
Kau tahu?
Sudah berapa sakit yang aku abaikan untuk bersamamu?

Kau tahu?
Betapa aku ingin mencium setiap jari kakimu?
Kau tahu?
Betapa aku rindu akan aroma tubuhmu?

Kau tahu?
Seperti apa rasa terlena oleh kata cintamu?
Kau tahu?
Seperti apa rasa sedih ditinggalkanmu?

Kau tahu?
Bagaimana aku melupakanmu?
Kau tahu?
Bagaimana aku menghapus kenanganmu? 

Aku Harus Apa?

Aku harus apa? 
Menundukan kepala, menangis dan diam saja? 
Atau aku harus berjalan dan biarkan sakit ini tersemat hingga aku mati?

Sungguh, aku bukan ciptaan terbaik tuhan yang bisa berjalan dengan sukma cacat seperti itu

Haruskah aku bersenang-senang dan anggap semua perih tak pernah terjadi? 
Aku tidak sehebat itu. 

Jika memang aku pantas menelan pahit ini, lalu sampai kapan aku membutuhkan pemanis buatan untuk memudarkan pahit dilidahku ini? 

Bagaimana Jika Ayah dan Ibu Berpisah?

Ayah adalah kehidupanku
Dan ibu adalah nyawaku
Setelah aku bernyawa, kehidupan mengajarkanku
Bagaimana jika ayah dan ibu berpisah?

Aku menangis ayah menggendongku
Aku terluka ibu mengobatiku
Setelah diobati aku digendong
Bagaimana jika ayah dan ibu berpisah?

Ayah adalah guruku
Ibu adalah juru masakku
Setelah lelah belajar, aku menyantap masakan ibuku
Bagaimana jika ayah dan ibu berpisah? 

Dirumah ayah dan ibu saling membantu
Dirumah ayah dan ibu saling menjagaku
Lalu bagaimana jika ayah dan ibu berpisah? 

Dia

Dia bilang aku malaikat
Dia juga bilang aku iblis
Mana yang benar? 

Dia memelukku
Dia juga hempaskanku
Dia lembut padaku
Dia juga teriakkanku

Dia alasanku tersenyum
Dia juga alasanku menangis
Dia membantuku
Dia juga tak perduli padaku 

Dia katakan cinta padaku
Dia juga katakan benci padaku
Mana yang benar?