Aku harus apa?
Menundukan kepala, menangis dan diam saja?
Atau aku harus berjalan dan biarkan sakit ini tersemat hingga aku mati?
Sungguh, aku bukan ciptaan terbaik tuhan yang bisa berjalan dengan sukma cacat seperti itu
Haruskah aku bersenang-senang dan anggap semua perih tak pernah terjadi?
Aku tidak sehebat itu.
Jika memang aku pantas menelan pahit ini, lalu sampai kapan aku membutuhkan pemanis buatan untuk memudarkan pahit dilidahku ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar