Mungkin pelangi itu pernah ada
Merangkul senyumku dan menenggelamkan aku dalam indahnya cinta
Mungkin pelangi itu pernah ada
Namun kini air mata sudah menjadi genangan yang tak kunjung surut di pelupuk mata
Aku tidak ragu mengakui aku mencintainya
Akupun tidak takut melepasnya
Ada satu masa dimana kami bahagia
Aku ingat ketika pertama menyentuhnya
Dia tersenyum dan menggenggam jemariku
Namun kini Semua hancur
Dia musnahkan masa itu hingga biarkan aku meronta di antara perih
Dia mengubur senyum dan kemudian tancapkan nisan di atas segala kebahagiannku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar